Blogger Backgrounds

Jumat, 23 Desember 2011

Perkuat Pasar Domestik dan Disversifikasi Tujuan

Krisis Ekonomi di Eropa dan Amerika Serikatakan menekan kinerja ekspor Indonesia. Tahun 2012, pertumbuhan ekspor diprediksi hanya berkisar 6 persen, turun dibandingkan tahun ini yang diproyeksikan tumbuh hingga 16 persen. Penguatan pasar Domestik menjadi salah satu solusi selain Diveresvikasi tujuan Ekspor.

Pemerintah mungkin masih optimis dengan pertumbuhan ekspor di level 14-15 persen. Namun, LIPi memeprediksi pertumbuhan ekspor di tahun depan hanLIPi memeprediksi pertumbuhan ekspor di tahun depan hanya di level 6 persen¸menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia( LIPI), saat menyampaikan hasil kajian LIPI di Jakarta.

Mereka mengatakan, ekspor tahun 2012 di proyeksikan mencapai RP 210,4 triliyun, yang terdiri ekspor migas 39,1 trilyun dan nonmigas 171,3 triliun. Tahun ini hingga November, total ekspor tercatat 198,5 triliun.

Slah satu pemicunya adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Setiap penurunan 1 persen akan berdampak pada penurunan ekspor Indonesia sebesar 0,69 persen. Perlambatan ekonomi di negara mitra juga berpengaruh. Apabila ekonomi Eropa turun 1 persen ekspor kita berkontraksi sebesar 1,03 persen.

Peneliti ekonomi LIPI juga mengatakan, untuk mengantisipasi hal itu pemerintah, harus mempersiapkan pasar domestik agar lebih banyak menyerap produksi dalam negri.

Di tengah arus Globalisasi saat ini, nasionalisme menjadi kunci untuk menumbuhkan kesadaran konsumsi produk- produk dalam negeri, menurutnya.

Secara terpisah Wkil Mentri Perdagangan mengatakan, pasar domestik yang kuat adalah yang tahan terhadap guncangan internal dan eksternal, yang diisi sebanyak- banyaknya produk dalam negri.

Produk dalam negeri harus menjadi raja di negeri sendiri, Menurut Wakil Mentri Perdagangan.

Penguatan pasar domestik, tuturnya, juga terkait dengan upaya perlindungan dan kepedulian kita terhadap konsumen. Lonjakan impor memang harus di waspadai, tetapi yang jauh lebih penting adalah meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dengan memproduksi barang-barang yang menjamin kenyamanan konsumen.

Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, pasar domestik Indonesia sangat menggiurkan. Tahun 2010, permintaan produk konsumsi dalam negri RP 3.400 Triliun Tahun depan akan tumbuh dengan 275 triliun.

Sebelumnya, Organanisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengurangi proyeksi pertumbuhan ekpor dunia tahun 2011 sebesar 5,8 persen dari estimasi sebelumnya 6,5 persen.

Ekspor Negara maju sekarang di perkirakanakan meningkat sebesar 3,7 persen daripada 4,5 persen dan negara-negara berkembang sebesar 8,5 persen, bukan 9,5 persen.

Kelompok G-20 juga sepakat agar negara-negara mendorong petumbuhan ekonomi global melalui peningkatan konsumsi Domestik di setiap Negara. Selama ini, negara yang perekonomiannya bergantung pada ekspor di nilai rentan terhadap imbas krisis global.

Sumber: Info Ekonomi. Harian Kompas, 23 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar