Blogger Backgrounds

Jumat, 16 Desember 2011

Pembisnis AS Mulai Penetrasi Ke Indonesia

Setelah berhasil menjual 250 unit pesawat Boeing kepada Lion Air, Amerika Serikat kembali melakukan penetrasi perdagangan ke Indonesia. Sebanyak 26 waralaba asal negara itu hendak masuk ke Indonesia. Meningkatnya jumlah kelas menengah dan kenaikan pendapatan per kapita menjadikan Indonesia pasar yang menarik.

’’Pertumbuhan ekonomi Indonesia tang masih prospektif di tengah krisis global, membuat calon Investor dari AS tertarik untuk memperluas pasarnya di negara kita. Ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia akan ikut naik dengan masuknya waralaba dari negara AS ini. Dalam acara penandatanganan kesepakatan waralaba oleh pebisnis yaitu Sahid group yang merupakan salah satu sektor bisnis Indonesia. Mereka berharap bahwa kedatangan waralaba dari negara AS dapat memicu pengusaha Indonesia untuk mengembangkan usahanya dan membuat waralaba di luar negri.

’’Sekarang ini baru sekitar 10-15 perusahaan Indonesia yang bermain di pasar Internasional. Pemerintah harus mendorong mereka untuk berwaralaba di tingkat global, menurut pendapat seorang waralaba dari AS”. Beberapa perusahan Indonesia yang sudah masuk pasar Internasional adalah Es Teller 77, Martha Tilaar, Java Kitchen, Kebab Turki.

Perkiraan orang Indonesia tentang masuknya pelaku bisnis waralaba AS ke Indonesia karena semakin membaiknya daya beli masyarakat. “ Dengan pendapatan per kapita 3.500 Dollar AS per tahun, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menarik,’’ menurutnya.

Pembisnis AS mengatakan, penetrasi waralaba asal AS sudah ada sejak tahun 1970an. Namun ,banyak yang tidak sukses karena pendapatan per kapita masyarakat saat itu baru 568 dollar AS. Saat ini ada sekitar 370 outlet waralaba AS yang eksis di Indonesia.

Tahun 2010, waralaba AS di Indonesia berjumlah 1500 unit usaha dan sebagian besar berupa makanan dan minuman. Orang Indonesia memprediksi jumlahnya akan menngkat menjadi sekitar 1.700 usaha hingga akhir 2011. Berdasarkan data, omzet keseluruhan waralaba mencapai RP 114,6 Triliun.

Sumber: Info Ekonomi Kompas, Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar