Blogger Backgrounds

Minggu, 03 Juni 2012

Pendapatan Struktur Produksi, Kemiskinan dan Distribusi


Nama: Agnestasia
Kelas:1EB21
NPM:20211323

Tugas Minggu ke 7

Pendapatan Struktur Produksi, Kemiskinan dan Distribusi

Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa  pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yaitu sektor primer, sekunder, dan tersier.
Seiring dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan sektor tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
  • Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
  • Perubahan teknologi yang terus-menerus lebih maju
  • Semakin meningkatnya keuntungan komparatif yang di dapat dalam memproduksi barang-barang industri.
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode dalam jangka waktu selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
  • Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara dalam kurun waktu satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum dapat diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
  • Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  • Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
  • Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Manfaat
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Faktor yang memengaruhi
  • Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
  • Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam kurun waktu satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
  • Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.


Distribusi pendapatan adalah konsep yang lebih luas dibandingkan kemiskinan karena cakupannya tidak hanya menganalisa  tentang populasi yang berada dibawah garis kemiskinan.Kebanyakan dari ukuran dan indikator yang mengukur tingkat distribusi pendapatan tidak tergantung pada rata-rata distribusi, dan karenanya membuat ukuran distribusi pendapatandipertimbangkan lemah dalam menggambarkan tingkat kesejahteraan.Masalah utama dalam distribusi pendapatan sebuah daerah adalah ketidakmerataan pendapatan antar kelompok masyarakat dalam daerah tersebut, oleh karenanya sering juga disebut tingkat ketidakmerataan atau kesenjangan distribusi pendapatan (inequality).
Ketidakmerataan distribusi pendapatan tersebut diakibatkan banyak hal terutama:
1.Perbedaan dalam hal kepemilikan faktor-faktor produksi terutama persediaan modal (capital stock) antar kelompok masyarakat. Teori Neo-Klasik menjelaskan bahwaketidakmerataan distribusi pendapatan yang diakibatkan oleh kepemilikan faktor capital stock ini secara otomatis dapat diperbaiki oleh upaya pelimpahan dari pendapatan pemilik modal yang berlebih kepada pihak yang kekurangan. Bilamekanisme otomatis tidak dapat berjalan maka teori Keynesian mengandalkan peranan pemerintah dalam melakukan subsidi pada pihak yang kekurangan dantentunya mutlak diperlukan pula kebijakan pemerintah dalam upaya redistribusi pendapatan
2.Ketidaksempurnaan Mekanisme Pasar Market Failure) yang menyebabkan tidak terjadinya mekanisme persaingan sempurna. Tidak berjalannya mekanisme persaingan ini karena:
       i.            perbedaan kepemilikan faktor produksi (sebagaimanatelah dijelaskan);
     ii.            timpangnya akses informasi;
  iii.            intervensi pemerintah;serta
  iv.            keterkaitan antara pelaku ekonomi dengan pihak pemerintah yangkemudian mendistorsi pasar (biasanya kebijakan pemerintah dalam satu kebijakantentang perlindungan industri tertentu misalnya).


II. Distribusi Fungsional Pendapatan (Functional Distribution of Income)
Distribusi ini menunjukkan perubahan share bagian pendapatan dari kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat, misalnya distribusi pendapatan antara pemilik modal dan pekerja. Terdapat beberapa kelemahan dari pendekatan ini yaitu:1.untuk kelompok yang berbeda bisa terjadi jarak.gap yang terlalu jauh meskipundalam jenis industri yang sama, misalnya antara pemilik warung dan pemilik supermarket yang terjadi karena skala produksi dan modal yang digunakan.2.Indikator ini hanya berfokus pada bagian dari pendapatan nasional yang diterimaoleh masing-masing faktor produksi (misalnya tanah, tenaga kerja dan modal). Namun pada prakteknya lebih banyak mempersoalkan persentase penghasilantenaga kerja secara keseluruhan, bukan sebagai unit-unit usaha atau faktor  produksi yang terpisah secara individual, dan membandingkannya dengan persentase total pendapatan yang dibagikan dalam bentuk sewa, bunga, dan laba.3.Relevansi teori fungsional menjadi kurang tajam karena tidak memperhitungkan pentingnya peranan-peranan diluar pasar (faktor-faktor non-ekonomis) sepertiregulasi, politik dan faktor internasional dalam penentuan tingkat harga masing-masing faktor produksi.


III Beberapa Perkembangan Pada Ukuran Distribusi Pendapatan
1.Distribusi Pendapatan Menurut pendekatan Bank DuniaKriteria yang ditetapkan oleh Bank Dunia adalah sbb:
• Bila kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya lebih kecildaripada 12% dari keseluruhan pengeluaran pengeluaran makadikategorikan bahwa daerah tersebut berada pada tingkat ketimpanganyang tinggi
• Bila kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya berada antara12% s.d. 17% dari keseluruhan pengeluaran pengeluaran makadikategorikan bahwa daerah tersebut berada pada tingkat ketimpangan yang moderat

Sumber : 
Aries Budi S., 1996, Buku Paket Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma, Jakarta
Wan Usman, 1988, Ekonomi Indonesia, Karunia, Universitas Terbuka, Jakarta

Investor Asing Mulai Membeli Saham


 Nama: Agnestasia
 Kelas: 1EB21
NPM: 20211323
Tugas Tulisan Minggu ke 4

Investor Asing Mulai Membeli Saham

      Volatitas diperkirakan akan terus menghantui pasar modal nasional memasuki bulan  juni tahun ini. Tekanan utama tetap datang dari sisi eksternal, yakni masalah krisis utang di Uni Eropa yang berimbas ke pelambatan ekonomi sejumlah negara, khususn, yakni masalah krisis utang di Uni Eropa yang berimbas ke pelambatan ekonomi sejumlah negara, khususnya China.
      Menurut tim riset financial hanan futharai, persepsi resiko pasar yang meningkat pada awal april berlanjut menguat pada bulan mei mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2012.
      Meningkatnya kekhawatiran pasar disebabkan oleh ketidakpastian penylesaian krisis di Eropa tersebut mendorong kenaikan alokasi fortofolio ke instrumen yang di nilai lebih aman, misalnya ke dolar As. Hal itu sejalan dengan naiknya nilai dolar As dengan tingkat penguatan tajam terhadap mata uang lainnya, termasuk terhadap rupiah.
       Terkait dengan penguatan nilai dolar As itu, secara terpisah, pengamat ekonomi Universitas Indonesia, menyatakan, likuiditas valuta asing dalam dolar As saat ini juga mengering. Akibat pelemahan mata uang euro, mata uang dolar pun yang diburu investor. Bahkan beberapa bank sentral negara-negara Eropa mulai menambah porsi dolar As dalam komposisi cadangan devisa dan mengurangi porsi dari euro.
        Menurut ekonom, menurunnya likuiditas dolar As juga terkait dengan ketidakpastian kondisi di Uni Eropa terkait apakah Yunani tidak keluar dari zona euro. Maka, investor global memandang perlu untuk menjaga likuiditas dolar As. Hal itu menyebabkan permintaan dolar As terus meningkat.
         Dari As, revisi penilaian ekonomi yang dilakukan the federal reserve atas pengkondisian ekonomi negara itu cukup banyak mempengaruhi persepsi pasar. Tingkat belanja sektor rumah tangga dan investasi aktiva tetap yang dilakukan dunia usaha dinilai akan terus menunjukan perbaikan, tetapi sektor properti dinilai akan tetap tertekan.
         Sementara itu, di China, pelambatan pertumbuhan ekonomi disebabkan  akan terus terjadi sejalan dengan krisis ekonomi di Eropa. Namun, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan memperkirakan  perekomian di China tumbuh sekitar 8,2 persen tahun 2012 ini, lebih tinggi dari perkiraan pemerintah china yang hanya menetapkan sekitar 7,5 persen.
          Di pasar domestik Hp financial melihat sektor properti serta perdagangan dan jasa di Indonesia adalah sektor- sektor yang membukukan kinerja yang baik sejak tahun 2012, masing – masing naik sebesar 24,52 persen dan 16,29 persen.

Sumber: Berita ekonomi harian Kompas, 31 Mei 2012           

Sabtu, 28 April 2012

Ketidakpastian terus dorong inflasi


Tulisan
Nama: Agnestasia
Kelas : 1EB21
NPM: 20211323
 Ketidakpastian Terus Dorong Inflasi

Pemerintah mengakui, ketidakpastian harga pada bahan bakar minyak mendorong ekspektasi inflasi. Untuk mencegah ekspektasi inflasi tersebut, pemerintah dapat memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai dengan akhir tahun karena memiliki cadangan fiskal untuk pembengkakan subsidi. Namun, hal itu perlu dikombinasikan program pembatasan dan penghematan guna menahan laju pembengkakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi.
Menteri Keuangan, di Jakarta mengakui ada ketidakpastian akibat belum ada keputusan harga BBM bersubsidi. Hal itu karena menaikkan harga sepenuhnya bergantung pada harga minyak dunia. Berdasarkan Pasal 7 ayat 6a Undang-undang APBN 2012, pemerintah hanya memilikikewenangan menaikkan harga BBM manakala rata-rata harga jual minyak Indonesia dalam 6 bulan terakhir d atas 15% dari asumsi. Jika asumsi ICP sebesar 105 Dollar Amerika Serikatper barrel, ruang untuk menaikkan harga tersedia jika rata-rata ICP enam bulan terakhir lebih sari 120,75 Dollar AS per barel. “ Tetapi kalau waktunya tidak pasti karena kondisi yang harus dicapai, itu akan membuat pasar selalu mempunyai ekspetasi akan ada kenaikan harga BBM hal itu yang akan membuat inflasi.Menurut MENKEU
Rentang antara tingginya ICP dan dan harga BBM bersubsidi yang tetap harga per liternya karena pemerintah tak memiliki ruang menyesuaikan harga secara langsung membuat subsidi BBM dan listrik akan membengkak. Subsidi BBM di anggarkan 137 Trilyun untuk volume 40 juta kiloliter. Kalaupun jebol, kelebihannya diharapkan hanya 2 juta kili liter. Jika BBM tidak naik maka defisit APBN akan naik mencapai 2,6 % dari produk domestik bruto, atau setara dengan Rp 221, 9 Trilyun rupiah. Karena itu Presiden SBY akan mengumumkan program penghematan bulai Mei.
Sekertaris Ekonomi Nasional menyarankan, pemerintah agar mengumumkan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun. Pilihan itu yang terbaik untuk saat ini. Program penghematan, naiknya penerimaan negara akibat ICP, dan adanya cadangan fiskal, menurut Aviliani, jika di kombinasikan dengan baik, akan mampu menutupi jebolnya kuota. “Ketidakpastian pada pasar tidak baik. Disamping adanya ekspektasi inflasi, investor di sektor finansial akan memilih bersikap menunggu.

Sumber: Harian Kompas Sabtu, 28 April 2012   

peta perekonomian Indonesia


Peta Perekonomian Indonesia
Tugas minggu 6
Nama: Agnestasia
Kelas: 1EB21
NPM: 20211323

A.     Keadaan Geografis Indonesia
Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan. Keadaaan demikian menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau akan menjadi kesempatan dan kekuatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan pulau yang subur dan kaya akan hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat.
Dan kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang ada disetiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Dan jika masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit dilakukan pengawasan seperti biasa.
Kenyataan kedua adalah bahwa di Indonesia hanya mengenal 2 musim. Dengan kondisi iklim tersebut menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya.
Kenyataan ketiga adalah negara Indonesia kaya akan bahan tambang, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar. Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu devisa negara.

B.     Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantaranya, bahwa :
a.       Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sejenisnya.
b.      Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP (Gross Domestic Product) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor diluar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam presentase.
c.       Yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain, sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri (kota).

C.     Sumber Daya Manusia
Sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia, diantaranya :
a.         Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi
b.         Penyebaran penduduk yang kurang merata
c.         Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk
Pertumbuhan pendudukan yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara, jika tidak diikuti dengan peningkatan produksi, dan efisiensi di bidang lainnya. Banyaknya penduduk akan menambah beban sumber daya produktif terhadap sumber daya manusia yang belum produktif, yang akibat lanjutnya akan menciptakan masalah-masalah sosial yang berkepanjangan. Tidak seimbangnya beban penduduk antardaerah itu akan berdampak terpusatnya modal di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawa sehingga persaingan tenaga kerja menjadi sangat tinggi maka akan terjadi pengangguran di negara indonesia. Khususnya di Pulau Jawa, maka dampak dari kepadatan penduduk tersebut berakibat:
1.      Tingkat pengangguran tinggi

     2. Jumlah angkatan kerja tinggi
     3. Tingkat pendidikan dan ketrampilan angkatan kerja rendah
     4. Penyebaran angkatan kerja tidak merata
     5. Perlindungan kesejahteraan tenaga kerja kurang maksimal
 Serta dampak pengangguran terhadap keamanan lingkungan:

1. Turunnya tingkat kemakmuran masyarakat
2. Jika banyak orang yang menganggur berarti banyak orang yang tidak mempunyai pendapatan. Sehingga permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang sedikit.



D.     Investasi
      Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan. Berikut adalah upaya-upaya guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan yaitu :
1.      Lebih mengembangkan ekspor nonmigas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negri.
2.      Mengusahakan adanya pinjaman luar negri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi dengan memprioritaskan sektor terpenting.
3.      Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para investor asing sehingga makin banyak invesment yang menanamkan sahamnya ke Indonesia.
4.      Meningkatkan kinerja sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah.
5.      Meningkatkan Investasi dalam bidang properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada yaitu :
a.       Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
b.      Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi melalui berbagai pengelola.

Sumber : Aries Budi S., 1996, Buku Paket Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma, Jakarta