Blogger Backgrounds

Jumat, 16 Desember 2011

Langkah Untuk Mengahadapi Resiko Krisis Global 2012 Dalam Dunia Perbankan

“Untuk lebih mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dalam negri di tengah perekonomian Internasional yang kurang favourable, dibutuhkan Perbaikan hambatan di sektor infrastruktur mutlak dilakukan, dimana telah terbukti biaya kontrbusinya terhadap biaya produksi cukup tinggi, harmonisasi peraturan pusat dan daerah, revisi UU Ketenagakerjaan.”

’’Siapkan rumah yang nyaman dan menarik untuk direct and indirect invesment, menangkap dana investasi yang sekarang “bergentayangan”. Dalam masa krisis banyak perusahaan yang berinvestasi, namun mereka butuh instumen dan negarayang aman dan menarik.”

Bank Indonesia sendiri akan menempuh langkah – langkah kebijakan diantaranya:

1. Menetapkan bauran kebijakan moneter dan makro prudensial yang bersifat counter-cycical, namun tetap konsisten membawa inflasi pada sasaran, yaitu 4,5% ± 1% pada tahun 2012 dan 2013

2. Melanjutkan stabilisasi moneter dan pasar keuangan dengan terus memperhatikan kecukupan likuiditas rupiah dan valas di pasar

3. Mengoptimalkan momentum penurunan suku bunga untuk mengefektifkan stimulus pada perekonomian.”

Langkah ini dibuat berdasarkan pada pendapat para pejabat Bank dan Ikatan bisnis yang terkait.

Sumber: Litbang Kompas/Bimdisarikan dari mentri presentasi kompas 100 CEO Forum

Mengais Rezeki Selama Sea Games Berlangsung

P

etugas satpol PP baru saja menyisir sepanjang trotoar di sekitar gerbang arena Sea Games Jakabaring sport city, kota Palembang, Sumatra Selatan.kawasan itu mestinya steril dari pedagang. Tak sampai berapa lama dari petugas berlalu pedagang kembali mengisi trotoar.

’’ Para pedagang memiliki siasat apabila ada petugas keamanan kita harus cepat menyingkir agar gerobak para penjual tidak diambil petugas.

Puluhan pedagang yang memenuhi sepanjang trotoar itu sadar betul, mereka sebenarnya dilarang berjualan di sana. Panitia telah mengatur pedagang kaki lima untuk berjualan di sekitar arena Sriwijaya International Expo, yang berjarak 300 meter dari gerbang kompleks Jakabaring.

Namun, lokasi pameran di nilai cukup jauh. Terlebih lagi sudah ada begitu banyak pedagang makanan dan minuman disana. Barang dagangannya menjadi kurang laku. Beberapa pedagang sudah mencoba berjualan disana, tetepi tidak laku. Pengunjungnya kurang ramai, padahal penjualnya banyak. Jadi para pedagang pindah lagi ke depan.

Para pedagang yang sehari-harinya berjualan di mana-mana. Setelah Mengetahui ramainya pengunjung Sea Games, mereka memindahkan dagangannya ke Jakabaring. ’’Dengan harapan dagangannya habis terjual dan mendapat hasil maksimal. Namun, kadang-kadang para pedagang pun mengalami sepi sehingga harus nombok.

Bahkan orang lain pun yang tadinya bukan berprofesi sebagai pedagang, mulai beralih menjadi penjual makanan dan minuman di arena Sea Games mereka mengaku mendapat penghasilan lebih besar di sana.

Mereka pun menyadari bahwa pedagang keliling setempat pun seperti main kucing- kucingan dengan aparat. Semua mereka lakukan demi mengais rezeki selama Sea Games. Hasil pekerjaan itu lebih menguntungkan di bandingkan dengan pekerjaan mereka semula.

Nasib pedagang kecil jauh berbeda dengan para pengelola stan warung makan besar di area pameran Sriwijaya International Expo, serta foodcourt and souvenir center yang terletak persis di samping gerbang masuk Jakabaring. Harga sate ayam misalnya, sebesar RP 40.000 dan sate kambing 50.000 per porsi. Meski mahal tetap laris. Tiap hari dapat menjual 50- 60 porsi menurut penjualnmahal tetap laris. Tiap hari dapat menjual 50- 60 porsi menurut penjualnmahal tetap laris. Tiap hari dapat menjual 50- 60 porsi menurut penjual setempat.

Selama masa Sea Games kota Palembang benar-benar di padati pedagang makanan, minuman, pakaian dan Souvenir.

Menurut penelitian BI ekonomi kota Palembang meningkat hingga 12,5% selama Sea Games berlangsung.

Sumber: Info Ekonomi perdagangan. Kompas, November 2011

Perdagangan Global dan Pasar Kerja kita

P

asar bebas membuat batas antar negara semakin tipis. Intensitas perdagangan antar negara pun terus meningkat. Saat Eropa dan Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi, perekonomian negara- negara Asia Tenggara malah tumbuh. Sebagai negara yang berpenduduk 237 juta jiwa, terbesar di Asia Tenggara, pasar Indonesia menjadi begitu menarik

Kita patut bangga melihat salah satu dari perusahaan maskapai penerbangan Indonesia menandatangani kesepakatan kontrak pembelian 230 unit pesawat dengan menajemen boeing di tengah sela konfrensi Tingkat Tinggi Asean di Nusa Dua Bali yang di hadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengungkapkan, kontrak ini menciptakan sedikitnya 100.000 lapangan kerja di AS.

Dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang, negara sebesar Aamerika Serikat tentu sangat terbantu dengan pembelian pesawat boeing oleh perusahaan Indonesia. Transaksi sebesar 21.7 milyar dollar AS atau RP 195 Trilyun bisa terwujud.

Realita ini sangat menggelitik karena terjadi saat baruh sibuk menuntut reformasi sistem pengupahan kita. Ribuan buruh ricuh di kantor walikota Batam menuntut kelayakan upah, kepulauan riau yang beakhir penembakan. Penetapan upah selalu bergejolak karena buruh merasa kenaikan upah tak menutupi kenaikan harga kebutuhan hidup.

Mengapa persoalan ini terus terjadi? Pemerintah belum juga menuntaskan pekerjaan rumah , seperti membangun infrastruktur, menjamin pasokan energi, menyingkronkan peraturan pusat dan daerah, serta menghapus pungutan liar.

Kondisi ini justru memebani pengusaha nasional yang pada saat bersamaan harus berjuang bertahan dari sejumlah produk murah dari Cina atau negara ASEAN lain. Saat biaya produksi terus menungkat terutama akibat inflasi dan biaya ekonomi tinggi, upah buruh menjadi komponen paling mudah untuk di ubah. Pengawasan ketenagakerjaan yang lemah memperburuk posisi tawar buruh. Mereka tak tahu mengadu kemana.

Menurut Badan Pusat Statistik, sektor industri dan jasa paling banyak menyerap tenaga kerja selama Febuari- Agustus 2011. Ada 840.000 orang bekerja. Tetapi pendataan ini tentu tidak memisahkan status mereka, buruh tetap atau buruh kontrak?

Jika pemerintah mengerjakan PR selama ini, investasi padat karya pasti datang ke negri dengan pasar domestik yang menggiurkan ini. Lapangan kerja baru pun tercipta. Kesejahteraan buruh meningkat karena permintaan dan penawaran tenaga kerja dan pasar kerja bisa seimbang berkat ekspansi investasi rill memperluas lapangan kerja. Pada akhirnya, kita juga bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Sumber: Info Ketenagakerjaan. Kompas, 25 November 2011

Pembisnis AS Mulai Penetrasi Ke Indonesia

Setelah berhasil menjual 250 unit pesawat Boeing kepada Lion Air, Amerika Serikat kembali melakukan penetrasi perdagangan ke Indonesia. Sebanyak 26 waralaba asal negara itu hendak masuk ke Indonesia. Meningkatnya jumlah kelas menengah dan kenaikan pendapatan per kapita menjadikan Indonesia pasar yang menarik.

’’Pertumbuhan ekonomi Indonesia tang masih prospektif di tengah krisis global, membuat calon Investor dari AS tertarik untuk memperluas pasarnya di negara kita. Ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia akan ikut naik dengan masuknya waralaba dari negara AS ini. Dalam acara penandatanganan kesepakatan waralaba oleh pebisnis yaitu Sahid group yang merupakan salah satu sektor bisnis Indonesia. Mereka berharap bahwa kedatangan waralaba dari negara AS dapat memicu pengusaha Indonesia untuk mengembangkan usahanya dan membuat waralaba di luar negri.

’’Sekarang ini baru sekitar 10-15 perusahaan Indonesia yang bermain di pasar Internasional. Pemerintah harus mendorong mereka untuk berwaralaba di tingkat global, menurut pendapat seorang waralaba dari AS”. Beberapa perusahan Indonesia yang sudah masuk pasar Internasional adalah Es Teller 77, Martha Tilaar, Java Kitchen, Kebab Turki.

Perkiraan orang Indonesia tentang masuknya pelaku bisnis waralaba AS ke Indonesia karena semakin membaiknya daya beli masyarakat. “ Dengan pendapatan per kapita 3.500 Dollar AS per tahun, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menarik,’’ menurutnya.

Pembisnis AS mengatakan, penetrasi waralaba asal AS sudah ada sejak tahun 1970an. Namun ,banyak yang tidak sukses karena pendapatan per kapita masyarakat saat itu baru 568 dollar AS. Saat ini ada sekitar 370 outlet waralaba AS yang eksis di Indonesia.

Tahun 2010, waralaba AS di Indonesia berjumlah 1500 unit usaha dan sebagian besar berupa makanan dan minuman. Orang Indonesia memprediksi jumlahnya akan menngkat menjadi sekitar 1.700 usaha hingga akhir 2011. Berdasarkan data, omzet keseluruhan waralaba mencapai RP 114,6 Triliun.

Sumber: Info Ekonomi Kompas, Desember 2011

Rabu, 14 Desember 2011

Anggota Kelompok : 1. Octa Indria (25211423)

2. Linda Fatmawati Alfi (28211700)

3. Lia Septyana M (24211095)

4. Prastika Arianti (25211558)

5. Agnestasia (20211323)

Kelas : 1EB21

TUGAS MINGGU 10

1.SEBUT & JELASKAN METODE PENDEKATAN SUMBER DAYA MANUSIA

2.UNTUK APA ORGANISASI MEMBUAT RANCANGAN KOMPENSASI BAGI

KARYAWANNYA

3.APA PERBEDAAN ANALISIS BEBAN KERJA & ANALISIS TENAGA KERJA

4.APA YG AKAN DILAKUKAN KARYAWAN JIKA TERJADI KETIDAK

SEPAKATAN DENGAN PERUSAHAAN TEMPAT MEREKA BEKERJA

5.SEBUTKAN HUBUNGAN YG MENGATUR ANTARA TENAGA KERJA

DENGAN MANAJER SUATU PERUSAHAAN

Jawab :

1. Metode Pendekatan Sumber Daya Manusia yaitu:

a. Pendekatan sumber daya manusia
Pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia.Dengan memperhatikan Martabat dan kepentingan manusia tidak diabaikan di dalamnya

b. Pendekatan manajerial
Analisis prestasi pekerja serta kehidupan kerja para karyawan tergantung pada atasan.

c. Pendekatan system
Personalia(HRD) merupakan subsistem dari sistem organisasi atau perusahaan, perlu dievaluasi dengan kriteria besarnya kontribusi yang dibuat dalam suatu perusahaan.

d. Pendekatan Proaktif
Dapat meningkatkan kontribusi kepada karyawan, manajer dan organisasi perusahaan melalui antisipasi pada masalah yang akan timbul.

2. Tujuan Organisasi membuat rancangan kompensasi bagi karyawannya:

A. Agar mempunyai karyawan yang cakap dalam suatu perusahaan.

B. Untuk Memotivasi karyawan agar giat dalam bekerja.

C. Agar para karyawan memiliki loyalitas terhadap perusahaan.

3. Perbedaan Analisis Beban Kerja & Analisis Tenaga Kerja

Jawab:
Analisis beban kerja meliputi perkiraan penjualan, menyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan untuk membuat satu unit barang.
Analisis tenaga kerja menhitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode kerja.

4. Yang akan dilakukan karyawan jika terjadi ketidaksepakatan kerja dalam suatu perusahaan:

A. Demo

B. Pemboikotan

C. Mogok kerja

D. Pindah kerja

5. Hubungan yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan yaitu:

A. Closed shop agreement.

B. Union shop agreement.

C. Open shop agreement.